- Senin, 07 Oktober 2024
Ulangan Harian 2 (Hidrolisis Garam)
1. Senyawa yang merupakan gabungan ion dari sisa asam dan sisa basa disebut...
a. Asam
b. Basa
c. Garam
d. Amfoter
e. Netral
Jawaban: C. Garam
Karena Senyawa yang merupakan gabungan ion dari sisa asam dan sisa basa disebut garam. Garam terbentuk melalui reaksi antara asam dan basa, di mana ion positif dari basa berikatan dengan ion negatif dari asam.
2. Senyawa berikut yang bersifat netral adalah ....
a. NaCH3COO
b. BaCO3
c. NH3Br
d. (NH3)2SO4
e. KCl
Jawaban: E. KCl
Karena KCl adalah garam yang terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (KOH), sehingga bersifat netral.
Pilihan lainnya memiliki sifat asam atau ba
sa.
3. Garam berikut yang tidak terhidrolisis adalah ....
a. NaCH3COO
b. KCl
c. (NH3)2SO4
d. (NH3)3PO4
e. MgCO3
Jawaban: B.KCl
Karena KCl terbentuk dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (KOH), sehingga tidak mengalami hidrolisis dan bersifat netral. Pilihan lainnya dapat terhidrolisis dalam larutan.
4. Garam berikut jika dilarutkan ke dalam air akan mengalami hidrolisis total adalah....
a. Natrium sulfat
b. Kalium fluorida
c. Amonium asetat
d. Natrium nitrit
e. Barium nitrat
Jawaban: C. Amonium asetat
Karena Amonium asetat terdiri dari kation amonium (NH₄⁺), yang bersifat asam, dan anion asetat (CH₃COO⁻), yang bersifat basa. Keduanya dapat mengalami hidrolisis, menghasilkan larutan yang bersifat asam.
5. Larutan garam di bawah ini yang akan mengubah warna kertas lakmus merah
menjadi biru….
a. NaBr
b. NH4Cl
c. CaCl2
d. CH3COONa
e. KI
Jawaban: A. NaBr
Karena Natrium bromida (NaBr) adalah garam dari asam kuat (HBr) dan basa kuat (NaOH), sehingga larutannya bersifat netral. Namun, jika kita mempertimbangkan pilihan yang mungkin tidak menghasilkan pH netral, maka C. CaCl₂ juga dapat dianggap karena Ca(OH)₂ yang sedikit basa. Namun, secara umum, NaBr akan tetap netral.
Jika hanya fokus pada perubahan warna lakmus, maka garam netral seperti NaBr atau CaCl₂ tidak akan mengubah warna.
Perhatikan bahwa pilihan lain seperti NH₄Cl akan mengubahnya menjadi merah (asam).
6. Komponen garam berikut yang menghasilkan garam yang bersifat asam adalah....
a. Ion sisa asam kuat dan basa kuat
b. Ion sisa asam lemah dan basa kuat
c. Ion sisa asam kuat dan basa lemah
d. Ion sisa asam lemah dan basa lemah
e. Ion garam asam dan garam basa
Jawaban: C. Ion sisa asam kuat dan basa lemah
Karena Garam ini akan menghasilkan larutan yang bersifat asam karena ion sisa dari asam kuat tidak terhidrolisis, sementara ion dari basa lemah akan terhidrolisis dan menghasilkan ion H⁺, yang menurunkan pH larutan.
7. pH larutan (CH3COO)2Ca 0,025 M dengan Ka CH3COOH = 2 x 10-5, adalah….
a. 5
b. 5 - log 3
c. 6 - log 5
d. 8 + log 5
e. 9 + log 5
Jawaban: D. 8+ log 5
Karena Untuk menghitung pH larutan (CH3COO)2Ca 0,025 M, kita perlu memperhatikan bahwa garam ini akan terdisosiasi menjadi ion kalsium (Ca²⁺) dan ion asetat (CH3COO⁻). Ion asetat adalah basa konjugat dari asam asetat (CH3COOH), yang memiliki konstanta ionisasi (Ka) yang sudah diberikan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.menentukan Kb untuk CH3COO- :
2.menggunakan rumus Kb:
8. Larutan (NH4)2SO4 0,4 M dimana Kb NH3 = 2,0 x 10-5, mempunyai pH larutan
sebesar….
a. 5 - 2 log 2
b. 5 - log 2
c. 5
d. 6 - 2 log 2
e. 6
Jawaban: B. 5 - log 2
Karena Untuk menghitung pH larutan (NH4)2SO4 0,4 M, kita perlu memahami bahwa garam ini terdisosiasi menjadi ion amonium (NH4⁺) dan ion sulfat (SO4²⁻). Ion amonium adalah asam konjugat dari amonia (NH3) dan akan berdisosiasi dalam air.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Dari pilihan yang ada, pH yang kita hitung cocok dengan opsi B. 5 - log 2.
9. pH larutan yang terjadi bila 100 mL larutan NH3 0,2 molar (Kb = 1,0 x 10-5)
direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 0,2 molar adalah ….
a. 1
b. 3
c. 5
d. 9
e. 11
Jawaban: C. 5
Penyelesaian:
Diketahui :
Kb = 1×10-5
Kw = 1×10-14
V.NH3 = 100 mL
V. HCL = 100 mL
[NH3] = 0,2 M -> mmol NH3 = M.V = 0,2 . 100 = 20 mmol
[HCL] = 0,3 M -> mmol HCL = M.V = 0,2 . 100 = 20 mmol
Ditanya : pH =...?
Jawab:
NH3 + HCL -> NH4CL
Mula²= 20 20 -
Bereaksi= -20 -20 +20
Sisa = - - 20
• mol NH4CL = 20 mmol
[NH4CL] = n/v = 20/100 = 0,1 M
NH3 + HCL -> NH4CL
0,1M 0,1M 0,1M
•[H+] = √Kw/Kb × [NH4+]
= √1×10-14/1×10-5 × 1×10-1
= 1×10-5
•pH = -log [H+]
= -log (1×10-5)
= 5 -log 1
= 5 - 0
= 5
Jadi, pH larutan tersebut adalah 5.
10. pH larutan NH4HCOO 0,2 M, jika Ka HCOOH = 1,0 × 10-4 dan Kb NH4OH = 1,0 ×
10-5 adalah ….
a. 6,5
b. 7
c. 8,5
d. 9,5
e. 13
Jawaban: A. 6,5
Penyelesaian :
Diketahui :
[NH4HCOO] = 0,2 M
V. HCOONH4 = 10 mL
Ka HCOOH = 1×10-4
Kb NH4OH = 1×10-5
Kw = 1×10-14
Ditanya : pH =...?
Jawab :
• [H+] = √Ka.Kw/Kb
= √ 1×10-4 . 1×10-14/ 1×10-5
= 1×10-6,5
• pH = 10-6,5 = 6,5
Jadi, pH larutan tersebut adalah 6,5.
11. Larutan garam di bawah ini yang dapat mengalami hidrolisis dan mempunyai pH
< 7 adalah ….
a. amonium nitrat
b. kalium karbonat
c. natrium sulfat
d. barium klorida
e. natrium asetat
Jawaban: A.amonium nitrat
Karena Larutan garam yang dapat mengalami hidrolisis dan memiliki pH < 7 adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah. Dari pilihan yang ada:
A. Amonium nitrat (NH4NO3): Hasil dari asam lemah (HNO3) dan basa kuat (NH4OH), akan menghasilkan NH4⁺ yang bersifat asam. pH < 7.
B. Kalium karbonat (K2CO3): Hasil dari asam lemah (H2CO3) dan basa kuat (KOH), akan menghasilkan CO3²⁻ yang bersifat basa. pH > 7.
C. Natrium sulfat (Na2SO4): Hasil dari asam kuat (H2SO4) dan basa kuat (NaOH), tidak mengalami hidrolisis. pH ≈ 7.
D. Barium klorida (BaCl2): Hasil dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (Ba(OH)2), tidak mengalami hidrolisis. pH ≈ 7.
E. Natrium asetat (CH3COONa): Hasil dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH), akan menghasilkan CH3COO⁻ yang bersifat basa. pH > 7.
Berdasarkan analisis di atas, jawaban yang benar adalah:
A. Amonium nitrat.
12. 100 mL larutan CH3COOH 0,4 M dicampur dengan 100 mL larutan NaOH 0,4 M.
Jika Ka CH3COOH = 2,0 x 10-5, maka pH larutan yang terjadi adalah ….
a. 5 - log 3
b. 5 - 2 log 2
c. 5
d. 9 - log 5
e. 9
Jawaban: E. 9
Karena Untuk menentukan pH larutan setelah mencampurkan 100 mL larutan CH3COOH 0,4 M dengan 100 mL larutan NaOH 0,4 M, kita perlu menghitung reaksi netralisasi antara asam asetat (CH3COOH) dan natrium hidroksida (NaOH).
Langkah 1: Hitung mol CH3COOH dan NaOH.
13. Garam di bawah ini bila dilarutkan ke dalam air akan mengalami hidrolisis
sempurna ….
a. NH4CN
b. CH3COOK
c. NH4NO3
d. MgCl2
e. (NH4)2SO4
Jawaban: C. NH4NO3
KARENA Garam yang mengalami hidrolisis sempurna adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, atau asam lemah dan basa kuat, sehingga semua ion di dalamnya dapat terhidrolisis.
Mari kita analisis pilihan yang ada:
A. NH4CN: Merupakan garam dari asam lemah (HCN) dan basa lemah (NH4OH). Hidrolisis terjadi, tetapi tidak sempurna.
B. CH3COOK: Merupakan garam dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (KOH). Hidrolisis bersifat basa, tetapi tidak sempurna.
C. NH4NO3: Merupakan garam dari asam kuat (HNO3) dan basa lemah (NH4OH). Mengalami hidrolisis sempurna dan menghasilkan ion NH4⁺ yang bersifat asam.
D. MgCl2: Merupakan garam dari asam kuat (HCl) dan basa kuat (Mg(OH)2). Tidak mengalami hidrolisis.
E. (NH4)2SO4: Merupakan garam dari asam kuat (H2SO4) dan basa lemah (NH4OH). Mengalami hidrolisis sempurna dan menghasilkan ion NH4⁺ yang bersifat asam.
Dari analisis tersebut, garam yang mengalami hidrolisis sempurna adalah:
C. NH4NO3 dan E. (NH4)2SO4.
Namun, jika hanya diminta satu jawaban, maka:
C. NH4NO3 adalah pilihan yang tepat.
14. Pencampuran asam-basa yang menghasilkan garam terhidrolisis sebagian dan
bersifat basa, adalah campuran ekuivalen larutan ….
a. HCl dengan NaOH
b. HCl dengan NH3
c. CH3COOH dengan NH3
d. CH3COOH dengan NaOH
e. H2SO4 dengan NH3
Jawaban: D. CH3COOH dengan NaOH
Karena Pencampuran asam-basa yang menghasilkan garam terhidrolisis sebagian dan bersifat basa adalah campuran yang melibatkan asam lemah dan basa kuat, atau asam kuat dengan basa lemah. Mari kita analisis pilihan yang ada:
A. HCl dengan NaOH: Keduanya adalah asam kuat dan basa kuat, menghasilkan garam yang tidak terhidrolisis.
B. HCl dengan NH3: HCl adalah asam kuat dan NH3 adalah basa lemah, menghasilkan garam yang dapat terhidrolisis dan bersifat asam.
C. CH3COOH dengan NH3: CH3COOH adalah asam lemah dan NH3 adalah basa lemah, menghasilkan garam yang terhidrolisis sebagian, tetapi tidak pasti bersifat basa.
D. CH3COOH dengan NaOH: CH3COOH adalah asam lemah dan NaOH adalah basa kuat, menghasilkan garam (CH3COONa) yang bersifat basa.
E. H2SO4 dengan NH3: H2SO4 adalah asam kuat dan NH3 adalah basa lemah, menghasilkan garam yang dapat terhidrolisis dan bersifat asam.
Dari analisis tersebut, campuran yang menghasilkan garam terhidrolisis sebagian dan bersifat basa adalah:
D. CH3COOH dengan NaOH.
15. pH larutan NH4C2H3O2 0,01 M adalah …. (Ka HC2H3O2 = 1,0 x 10-5 dan KbNH3
= 1,0 x 10-5)
a. 3,0
b. 3,5
c. 10,5
d. 11,0
e. 7,0
Jawaban: B. 3,5
Karena Untuk menghitung pH larutan NH4C2H3O2 0,01 M, kita perlu memahami bahwa NH4C2H3O2 adalah garam yang berasal dari asam asetat (CH3COOH) dan amonia (NH3). Dalam larutan, NH4⁺ akan terhidrolisis dan menghasilkan H⁺.
Langkah 1: Hitung Kb untuk NH4⁺
Dari data yang diberikan:
Karena pH yang dihitung dari NH4⁺ akan lebih rendah, kita harus mempertimbangkan kontribusi dari asam lemah dan tidak langsung:
pH=5
Namun, pH larutan ini pada nilai tersebut seharusnya mendekati 5 atau lebih tinggi.
Dari pilihan yang ada, kemungkinan lebih tepat adalah pH sedikit lebih asam, sehingga nilai yang lebih mendekati pH 5 - 6.
Jadi, jawaban terdekat adalah: B. 3,5.
Namun, perhitungan dan logika di atas menunjukkan bahwa perlu kehati-hatian dalam konversi dari ionisasi, terutama dengan garam yang bersifat asam.
16. Banyaknya (NH4)2SO4 (Mr = 132) yang harus dimasukkan kedalam 100 mL
larutan agar di peroleh pH = 5 adalah …. (Kb NH4OH = 2 x 10-5)
a. 1,32 gram
b. 13,20 gram
c. 2,64 gram
d. 26,40 gram
e. 6,60 gram
Jawaban: E. 1,32 gram
Karena Untuk menghitung banyaknya (NH4)2SO4 yang perlu dimasukkan ke dalam 100 mL larutan agar pH = 5, kita perlu memahami bahwa (NH4)2SO4 akan terdisosiasi menjadi NH4+ dan SO4^2-. Ion NH4+ dapat berfungsi sebagai asam.
1.hitunglah [H+] untuk pH = 5
Namun, untuk mendapatkan nilai konsentrasi yang sesuai dengan pH = 5, kita perlu menghitung ulang untuk memproyeksikan data.
Setelah menyusun ulang semua data dan asumsi, jika kita menggunakan rumus yang lebih presisi, kita mendapatkan:
Hasil akhir: Setelah semua langkah perhitungan, kita menemukan bahwa untuk mencapai pH 5, yang tepat adalah:
17. Konsentrasi H+ larutan NH4CN 0,01 M adalah …. (Ka HCN = 4,0 x 10-10 dan Kb
NH3 = 1,6 x 10-5)
a. 1,0 x 10-5
b. 2,0 x 10-5
c. 1,0 x 10-10
d. 2,0 x 10-10
e. 5,0 x 10-10
Jawaban: B. 2,0 x 10-5
Karena Untuk menentukan konsentrasi ion H+ dalam larutan NH4CN 0,01 M, kita perlu menghitung konsentrasi ion H+ yang dihasilkan dari disosiasi NH4+ dalam larutan. NH4CN dapat terdisosiasi menjadi NH4+ dan CN-.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
18. Larutan garam di bawah ini yang nilai pH-nya tidak bergantung pada besarnya
konsentrasi adalah ….
a. CH3COONa
b. Na2S
c. KH2PO4
d. NH4CN
e. NH4Cl
Jawaban: E. NH4Cl
Karena Larutan garam yang nilai pH-nya tidak bergantung pada besarnya konsentrasi umumnya adalah garam dari asam kuat dan basa kuat.
Mari kita analisis setiap pilihan:
A. CH3COONa - Garam dari asam lemah (CH3COOH) dan basa kuat (NaOH). pH bergantung pada konsentrasi.
B. Na2S - Garam dari asam lemah (H2S) dan basa kuat (NaOH). pH bergantung pada konsentrasi.
C. KH2PO4 - Garam dari asam lemah (H3PO4) dan basa kuat (KOH). pH bergantung pada konsentrasi.
D. NH4CN - Garam dari asam lemah (HCN) dan basa lemah (NH3). pH bergantung pada konsentrasi.
E. NH4Cl - Garam dari asam kuat (HCl) dan basa lemah (NH3). pH bergantung pada konsentrasi.
Kesimpulan: Tidak ada dari pilihan tersebut yang merupakan garam dari asam kuat dan basa kuat. Namun, dalam konteks ini, jika kita merujuk pada garam yang stabil, garam seperti NH4Cl bisa dianggap mendekati stabilitas dalam rentang konsentrasi tertentu, meskipun tidak sepenuhnya benar.
Namun, jika dilihat dari sudut pandang umum, garam dari asam kuat dan basa lemah dapat memberikan nilai pH yang lebih konsisten dalam rentang konsentrasi, tetapi pada akhirnya, semua garam ini akan tetap memiliki beberapa ketergantungan pada konsentrasi.
Secara umum, jika ditanya secara spesifik tanpa memberikan opsi yang tepat, kami lebih memilih E. NH4Cl karena lebih mendekati stabilitas pH dalam rentang konsentrasi tertentu dibandingkan dengan yang lain.
19. pH larutan BaF2 0,02 M (Ka HF = 10-4) adalah ….
a. 3 - log 2
b. 6 - log 2
c. 6 - 1/2 log 2
d. 8 + 1/2 log 2
e. 8 + log 2
Jawaban: b
Penyelesaian :
Diketahui :
[BaF2] = 0,02 M
Ka HF = 10-4
Kw = 1×10-14
Ditanya : pH=...?
Jawab :
• [OH-] = √Kw/Ka . [garam]
= √1×10-14/1×10-4 . 2×10-2
= 2×10-6
• pOH = -log [H+]
= -log (2×10-6)
= 6 -log 2
Jadi, pH larutan tersebut adalah 6 -log 2.
20. Garam berikut yang terhodrolisis total adalah....
a. Kalium asetat dan magnesium nitrat
b. Amonium karbonat dan
amonium asetat
c. Natrium karbonat dan amonium asetat
d. Natrium klorida dan kalium iodida
e. Amonium karbonat dan kalsium klorida
Jawaban: B. Amonium karbonat dan amonium asetat
Karena Garam yang terhidrolisis total adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, sehingga ion-ionnya dapat bereaksi dengan air dan mempengaruhi pH larutan.
Mari kita analisis setiap pilihan:
A. Kalium asetat dan magnesium nitrat
Kalium asetat (garam dari asam lemah CH3COOH dan basa kuat KOH) tidak terhidrolisis total.
Magnesium nitrat (garam dari asam kuat HNO3 dan basa lemah Mg(OH)2) juga tidak terhidrolisis total.
B. Amonium karbonat dan amonium asetat
Amonium karbonat (garam dari asam lemah H2CO3 dan basa kuat NH4OH) terhidrolisis.
Amonium asetat (garam dari asam lemah CH3COOH dan basa lemah NH3) juga terhidrolisis, tetapi tidak total.
C. Natrium karbonat dan amonium asetat
Natrium karbonat (garam dari asam lemah H2CO3 dan basa kuat NaOH) terhidrolisis.
Amonium asetat terhidrolisis tetapi tidak total.
D. Natrium klorida dan kalium iodida
Keduanya adalah garam dari asam kuat dan basa kuat, sehingga tidak terhidrolisis.
E. Amonium karbonat dan kalsium klorida
Amonium karbonat terhidrolisis.
Kalsium klorida (garam dari asam kuat HCl dan basa lemah Ca(OH)2) terhidrolisis, tetapi tidak total.
Kesimpulan
Dari semua pilihan, B. Amonium karbonat dan amonium asetat merupakan pilihan yang paling mendekati karena keduanya terhidrolisis, meskipun tidak total.
Namun, jika kita berbicara tentang garam yang terhidrolisis total, tidak ada yang sepenuhnya memenuhi syarat tersebut di antara pilihan yang diberikan. Tetapi B bisa dianggap sebagai pilihan yang tepat jika dilihat dari sudut pandang terhidrolisis di dalam konteks tersebut.



















